Rabu, 18 Februari 2015

ITAZURA NA KISS❤

itazura na kiss. ini sebuah sinetron romansa asal negeri sakura yang menurut gue amat sangat menyentuh dan yang pasti entah kenapa film itu seakan hidup di kehidupan gue.
cerita itu bermula saat seorang bernama aihara kotoko yang berasal dari kelas F (kelas murid bodoh) menyukai seorang irie naoki, seorang laki-laki cerdas yang dingin. entahlah gue ga banyak tau gimana mereka bersama, tapi gue mulai mengikuti semenjak mereka resmi menikah, kenapa nad? oke aku jelaskan, jadi gini ka, pertama kali kenal yang namanya itazura na kiss itu pas sinetron itu di puter di rajawali televisi, gue nonton cuma loncat-loncat ga jelas gitu episodenya karena kesibukan sendiri (sok bgt ga si?). setelah season pertama habis dan hanya berakhir pernikahan irie dan kotoko, bikin gue jadi penasaran, ade gue sama, penasaran sama kelanjutannya. gue cek di google dan ternyata kelanjutannya atau season 2 baru tayang di jepang lewat fuji tv dan akan dapat di download satu hari kemudian. nah di fuji itu disiarin hari senen makanya hari selasa gue nyempetin diri banget buat download.
ah ah gue jadi cerita tentang film itu secara jalan cerita. padahal gue mau cerita yang lain tapi masih berhubungan dengan film tersebut, apa hayooo? kepo ga? wkak
dari awal cerita ini gue udah bilang, film ini ada yang hidup. iya di sini gue ngerasa gue sebagai aihara kotoko, yap hampir sama dengan dia, dan CPW yang jadi irie naoki. kenapa jadi menganalogikan dengan mereka? biar ku jabarkan.
mungkin rada kepedean tapi ini yang gue rasa, ini yang gue rasa 1,5 tahun yang lalu mungkin. dari awal dia yang ngejar gue ga jelas, ngejar engga ngejar engga dan gue sayang banget sama dia. dia ga sering ngomong rasa sayangnya dia ke gue tapi dia kadang baik sama gue, kadang bete juga dia sama gue, tapi yang pasti, dibalik kecuekannya dia selalu mikirin gue, sayangnya itu dulu. yap sama kaya irie naoki, dia sayang sama kotoko tapi dengan tindakan, no kata-kata, kadang baik kadang bikin bete semuanya yang di dasari oleh kecuekan naoki. dan gue, gue selalu ga pernah sadar dan selalu bertanya-tanya dengan cintanya CPW ke gue, kadang gue percaya kadang gue ga percaya dan malah banyakan ga percayanya. CPW berubah sedikit, pemikiran gue berubah lagi. padahal CPW sayang sama gue dan seharusnya gaakan ada yang dapat gue raguin, dan pada nyatanya? gue harus kehilangan dia hanya karena sikap tidak percaya gue dengan dia. setiap hal gue selalu ngerasa, yang berkorban gue doang, CPW engga, CPW ga pernah sayang sama gue, dia ga pernah ngerti gue dia selalu ikutin maunya sendiri. tapi akhirnya gue tau, CPW ga kaya gitu, dia selalu ngerti dan sayang sama gue, dulu. sama dengan kotoko. dia selalu ngerasa dia yang mrngejar-ngejar naoki hingga dia ga sadar kalo naoki sayang dia. dia ga sadar kalau naoki memperhatikan perasaannya. kalo gue inget-inget liat senyum bahagianya kotoko saat naoki pulang, atau raut wajah senangnya saat bisa di samping naoki sama persis sama gue. sama persis dengan apa yang gue lakuin waktu gue ketemu CPW, hal yang sama, senyum gue saat ketemu dia, tercermin di kotoko. dan saat ini itazura na kiss 2 udah masuk episode 11. perpisahan. naoki yang sudah lulus menjadi dokter mengambil pekerjaan di kobe, 6 jam dari kota tokyo dan harus menetap disana, sementara kotoko harus bisa berada di tokyo untuk menyelesaikan akademi keperawatannya yang tersisa satu tahun, itu pun jika dia lulus, dan setelah lulus dia bakal jadi perawat di kobe. terjadi peperangan sengit antara naoki dan kotoko, gapapa dehh kalo perangnya lempat panci kaya di sinetron preman pensiun, lah ini perang batin gitu wkwk. naoki tetap bersikap dingin dan berkata yang ga enak buat didenger, intinya saat kotoko gayakin dia mampu menyelesaikan kuliahnya selama setahun si naoki malah bilang kalo dia harus nunggu itu akan memakan waktu lama. aduh rada lupa-___-. sama kaya gue, setahun dua bulan lalu, CPW minta izin ke gue buat kuliah di bandung. yap kita terpisah oleh tol cipularang. bedanya saat itu gue mencoba legowo, kenapa? karena jujur gue bahagia pas tau candra mau kuliah, setidaknya gue mau liat dia bertitle sarjana. lagi pula CPW ga pimter-pinter amat, biarkan dia di tel-u. motivasi awal gue masuk tel-u ya karena ini. jarak tak mampu ku bendung pak. setelah dia bilang gitu? gue nangis kejer padahal belom ditinggal dan janji mau kuliah disana, satu tahun lagi. alhamdulillah gue juga lolos keterima di tel+u tapi ya udahlah belum gue ambil tel-u nya. kenapa? karena gue kelamaan sadar, gue masuk sana cuma karena CPW.
dan sekarang dimensinya udah beda. gue bukan gue yang di sampingnya dan mungkin sudah ada r*s*ka di hatinya. huft. gue ikhlas gue mencoba sabar gue mencoba ikhlas dengan semua yanh ada saat ini. cukup mencintai tanpa meminta kembali. Allah, mampukan? kuatkan? kuatkan aku ya Rabbbbb