Senin, 09 Desember 2013

SELAMAT JALAN CAPT!

Apa maksud gue di judul itu? Tau ga? Pasti engga tau orang gue belom ngasih tau ahahaha. Oke gue mulai deh nih ceritanya. Tapi serius deh gue bingung mau cerita dari mana, dari awal? Dari tengah? Atau intinya doang? Kalo dari tengah gue yakin lu ga bakalan ngerti, kalo dari awal juga gue yang capek ngetiknya, terus kalo cuma intinya? Kaga seru dong cerita gue yakan. Aduh galau nih ahahaha, anak labil dasar.
Oke gue gamau bertele-tele deh, kayanya gara-gara gue bertele-tele begini gue malah bikin ini tulisan makin panjang kaya kereta api, eh tapi bukan kereta api yang tadi ketabrakan loh ya, ini hanya kayanya loh ya. Eh btw gue mau bilang nih, turut berduka cita ya atas tragedi beberapa jam lalu kecelakaan truck BBM sama Kereta Api, moga semua diberi ketabahan *nyetel lagu iwan fals-tragedi Bintaro*
Gue lupa tahunnya, gue juga ga inget persis waktunya, entahlah mungkin saat gue kelas 2 atau 3 sd kejadiannya. Keluarga gue cukup fanatik sama bola, ga cewek ga cowok ya semuanya sama bro sama-sama suka bola. Keluarga gue kebanyakan betawi asli, yah jadi you know lah kita pendukung siapa. Yap PERSIJA JAKARTA! MACAN KEMAYORAN.
Persija itu salah satu tim hebat (versi gue). Kenapa gue bilang kaya gitu? Karena Persija berhasil narik hati gue untuk mencintai dan menyayangi dia dengan sepenuh hati (lebay). Mungkin kata-kata gue lebay tapi yah ini yang terjadi. Persija buat gue bener-bener ngerasa punya sesuatu yang amat gue sayangi selain orangtua gue tentunya.
Tapi etsss cukup segini aja pendahuluannya, yang mau gue ceritain disini bukan Persija. Gue mau curhat tentang hal yang beberapa menit lalu gue denger yang tentunya nyangkut-nyangkut juga sama judul diatas, bisa tebak ga gue mau ngomong apa? Ga tau ya? Kepo ga? Ahh yasudah gue kasih tau aja nih.
Gue suka Persija lebih karena paksaan, tiap hari kalo ada Persija gue pasti dicekokin (minum obat keles?) buat nonton. Maksa gue banget kan ya? Gondok ga lu kalo jadi gue? Hahaha tapi sekarang gondoknya itu malah berubah bro sekarang malah maksa banget buat nonton Persija hahah. Kok gue ngomongin Persija lagi sih kan tadi gue dah bilang gue lagi ga tertarik bahasnya -_-
Beberapa menit lalu ceritanya gue buka twitter. 'Emang lo punya twitter?' Punyalah gila, @nadyaaa_20 tuh usernamenya, follow yaa ahahaha promosi lagi kan gue -_- lama-lama jadi SPG gue hahaha. Hemm ada berita yang kurang sedap di dengar, kok bukan dirasa ya? Udah mainstream lah kalo dirasa hahaha. Lo tau captain Persija ga yang musim ini beralih profesi jadi wartawan? Itu tuh cowok ganteng asal Getas yang bikin semua cewek kelepak-kepelek? Tau kan ya? Itu Bambang Pamungkas. Tau gaa? Gue ngefans banget loh sama dia.
Bambang Pamungkas, oke dia fix mengenakan seragam PBR musim depan, PBR? Yap Pelita Bandung Raya. Hemm nyesek gue sumpah pas tau. Yah gimana ya, bukan cuma sekarang mungkin Bambang pergi ninggalin kita, tapi sepanjang yang gue tau dan ini emang fakta, seorang Bambang Pamungkas belom pernah sekalipun memperkuat tim lain selain Persija di Indonesia. Sungguh loyalitas tanpa batas sekali, mungkin karena dia sadar bahwa Persija tim awal dan ia sangat mencinntai tim ini, juga pada The Jakmania dan tentu saja pada diriku hahaha *ngarep*
Orang mungkin banyak yang mikir seperti ini: Katanya loyalitas sama Persija? Kok pindah ke klub lain? Katanya cinta sama Persija tapi kok pergi saat Persija terpuruk? Mana kata loyalitas lo?
Gue mau ngejawab semuanya nih bro, semua dari sudut pandang gua, dari apa yang gue tau dan apa yang gua rasakan! Lo mesti baca!!
Bukan hal mudah buat Bepe untuk terus-terusan berharap pada Persija. Harapannya dibayar apa sama manajemen? Dibayar kebohongan lagi kebohongan lagi, gaada titik terang. Satu tahun penantian apa tidak cukup? Saat tim-tim lain menginginkan dirinya dan dia tetap memilih menunggu manajemen datang dengan berkata, "Bambang kami masih menginginkan servicemu," dan ternyata dengan sangat kecewa namanya tak ada didalam tim, apa yang kalian rasakan saat anda diposisi Bambang Pamungkas? Loyalitas? Coba kalian liat, maaf bukan mengacu pada seseorang, tapi pada seluruhnya, seluruh manusia muka bumi yang amat mencintai Bepe sama seperti gue, apa yang kurang dari loyalitas Bepe? Dia ga pernah minta berapa nominal yang ia dapatkan selama berkerja pada Persija, ia rela menunggu Persija dan mengabaikan segala yang mengundangnya! Tim-tim lain menjanjikan kesenangan padanya, nominal uang, gelar, pengalaman, tapi apa? Dia tetap berada di bawah panji Persija hingga saatnya ia harus mengalah akan keadaan.Apakah mereka semua sadar bahwa manusia memiliki titik terendah dalam hidupnya? Gaji musim lalu, apakah sudah diberikan pada pemain? 1 tahun itu 12 bulan atau 300 hari lebih, apakah itu tak cukup untuk memberikan pengertian pada pemain, dalam hal ini Bepe, untuk menyelesaikan kontrak yang lalu? Bambang Pamungkas, memiliki satu istri dengan ketiga buah hatinya yang tentunya ia memperlukan uang untuk hidup, dan ketika hal  yang seharusnya ia dapatkan belum ia terima padahal ia membutuhkan, apa yang akan ia lakukan? Salahkah ia jika ia memberontak? Melepaskan tali yang selama ini mengikat tubuhnya dengan keras.
Gue sadar, yang dia emban itu 4 kepala yang membutuhkan segalanya, membutuhkan cinta kasihnya dan yang lebih penting membutuhkan uang. Munafik jika orang bilang ia tak perlu dengan uang, anda terlalu munafik Bung! Sekarang gue sadar apa yang dilakukan seorang Bepe memang sudah tepat. Melepaskan tali pengikat yang amat keras yang selalu memberikan ketidak jelasan dalam hidupnya, antara terus diam mengikuti tali itu yang mungkin lambat laun akan terkikis seiring berjalannya waktu atau berusaha melepaskannya meskipun lepas dengan luka atau tubuh yang tak utuh, dapat berdiri namun tak seperti sebelumnya.
Selamat jalan Captain! Gue yakin darah yang ngalir didiri lo tetep oren bro! Gue yakin! Pada saat nanti, pada waktunya gue yakin bakal kembali lagi. Persija, the Jakmania, gue, dan Bambang Pamungkas. Gabisa jadi pemain, kita tunggu lo jadi pelatih di tim Ibukota!
Sukses Captain!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar