Rabu, 29 April 2015

200 METER

200 METER. cuma 200 meter kita berjauhan, yap tubuh kita hanya terpisah 200 meter, namun hati? aku seakan terus mengejar ke mana lari mu, ke mana pergimu, dan kamu? pergi terus menjauh dari langkah kakiku, berjalan cepat, berlari secepat kilat menjauh dari hadirku menjauh dari cintaku. apalah arti tubuh ini berdekatan denganmu, apalah arti mataku mampu menatap wajahmu, apalah arti kita berdekatan, namun hatimu? hatimu tak sama dengan hatiku.
PILIHAN. apa pilihan untukku?  pergi menjauh darimu atau menunggumu. apa kau merasa itu adalah pilihan untukku? tidak. itu bukan pilihan. pergi? apa aku sanggup untuk pergi begitu saja dari dirimu? dari cintamu? apa kau rasa aku mampu melakukan itu? apa kau rasa aku mau menjauh darimu? andaikan saja aku mampu pergi jauh darimu, akan ku lakukan semua itu dari dulu, akan ku lakukan semua sebelum terlambat, sebelum hatiku memilihmu dan memperdalam cinta ini. namun apa aku mampu? bagaimana caranya aku mampu, saat ini saja aku masih denganmu memberikan seluruh cintaku untukmu. bahkan orang lain yang mengisi hatiku, sudaah pergi rasa itu dan menggantinya dengan cintaku padamu yang semakin dalam semakin dalam. menguburku dalam tanah, menguburku sekubur-kuburnya tubuh ke dalam lubang. luka luka luka.
MENUNGGU. biarkan ku menunggumu. menunggu di ruang waktu yang sulit seperti ini. menunggu tanpa ada kepastian. tak akan ada kepastian waktu, aku menunggu hanya untuk mencoba lagi mencoba lagi melakukan perpindahan hati, memindahkan hatiku dari dirimu. bukan menunggu kedatanganmu, namun menunggu kepergianmu.
CINTA. sudah. apabila kita ditakdirkan bersama, aku mencintaimu lebih apapun dan dekatlah padaku saat ini atau nanti. namun apabila kau tak mencintaiku, silahkan pergi, silahkan pergi dariku dan biarkan aku mencoba menjadi yang biasa denganmu, menjadi teman dan kita dapat kembali menjadi teman seperti hari hari lalu sebelum cinta ini membakar.
dan pada akhirnya, aku baru mengetahui segalanya, setelah api siap membakar kayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar